KUBU RAYA, SP – Suasana penuh semangat mewarnai hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru di Sekolah Dasar (SD) Siloam, Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (13/7). Puluhan siswa tampak antusias mengikuti upacara bendera sebagai penanda dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Sejak pagi, para siswa datang mengenakan seragam sekolah dengan rapi. Bagi peserta didik baru, hari pertama menjadi pengalaman yang berkesan karena untuk pertama kalinya mereka mengikuti kegiatan sebagai bagian dari keluarga besar SD Siloam.
Suasana semakin semarak saat pelaksanaan upacara bendera yang turut disaksikan para orang tua yang mengantar putra-putrinya ke sekolah sebagai bentuk dukungan pada hari pertama mereka menempuh pendidikan.
Usai upacara, para murid baru diajak saling bersalaman dan berkenalan dengan teman-teman sekelas. Pihak sekolah juga menyiapkan berbagai kegiatan edukatif yang menyenangkan agar peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan merasa nyaman.
Sementara itu, siswa kelas II hingga kelas VI memanfaatkan hari pertama untuk beradaptasi dengan kelas dan guru baru sebelum kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung seperti biasa.
Kepala SD Siloam, Noperina, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru. Ia mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman, nyaman, dan bermakna sehingga setiap anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berprestasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan sikap saling menghargai sejak dini. Para siswa diminta menjadi teman yang baik, saling membantu, serta tidak melakukan tindakan mengejek maupun perundungan agar tercipta suasana belajar yang harmonis.
"Marilah kita saling menghormati, saling menghargai, dan saling menyayangi. Dengan begitu, sekolah akan menjadi tempat yang menyenangkan bagi semua," pesannya.
Noperina berharap setiap siswa memperoleh pengalaman belajar yang berkesan sekaligus mampu membentuk karakter yang disiplin, mandiri, cerdas, dan berakhlak mulia.
Salah seorang orang tua siswa, Dius, mengaku senang dapat mengantar anaknya pada hari pertama sekolah. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi momen yang sangat berkesan.
"Hari ini merupakan momen yang spesial karena saya berkesempatan mendampingi putri saya masuk sekolah. Momen penting ini tentu tidak akan saya sia-siakan," ujarnya.
Ia menilai keterlibatan orang tua dalam pendidikan mampu mempererat hubungan emosional dengan anak sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Anak yang mendapat dukungan dari kedua orang tua, menurutnya, cenderung memiliki semangat belajar, disiplin, serta perkembangan sosial dan emosional yang lebih baik.
"Ke depan, saya berharap semakin banyak orang tua yang terlibat aktif dalam tumbuh kembang anak, karena pendidikan terbaik selalu dimulai dari keluarga," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, mengajak para ayah di daerah tersebut untuk menyukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
Menurutnya, kehadiran ayah pada momentum tersebut bukan sekadar menjalankan rutinitas mengantar anak ke sekolah, tetapi juga menjadi bentuk dukungan emosional yang mampu menumbuhkan rasa aman, semangat, dan kepercayaan diri anak saat memasuki lingkungan belajar yang baru.
"Saya mengajak para ayah untuk hadir dan terlibat langsung dalam momen awal perjalanan pendidikan anak dengan mengantarkan mereka ke sekolah pada hari pertama masuk belajar," kata Yusran.
Yusran berharap kehadiran ayah dapat memberikan pengalaman positif bagi anak sehingga mereka lebih siap beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru, maupun teman-teman baru.
Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya pengasuhan yang lebih inklusif dengan menempatkan ayah sebagai sosok yang aktif terlibat dalam pendidikan dan perkembangan anak sejak dini.
Melalui GAMAS, masyarakat diajak memandang pendidikan anak sebagai tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan berdaya saing.
"Pesan utama gerakan ini dirangkum dalam slogan Ayah Mengantar, Anak Semangat Belajar yang menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam menumbuhkan motivasi belajar anak," katanya. (mar)